Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Macan Tutul Tersesat, Menyerang 2 Penduduk Setempat

Senin, 09 Januari 2012

Seekor macan tutul dewasa menyerang dan melukai empat orang setelah hewan buas itu tersesat ke daerah perumahan di kota Guwahati, timur laut India, Sabtu (07/01) kemarin.



Menurut Mail Online, serangan macan tutul tersebut membuat penduduk lokal terluka parah, setelah hewan liar itu masuk kedalam sebuah rumah di lingkungan perumahan Silphukhuri, yang terletak di jalan Nabagraha yang sibuk.

Seorang pengemudi becak berhasil mengurung macan tutul yang panik tersebut di dalam rumah, dan menguncinya sampai pejabat departemen kehutanan tiba dan membius hewan tersebut.

“Kami terkejut dan tertegun ketika mengetahui macan tutul itu berada dalam rumah, dan kemudian kucing itu mulai menyerang.” tutur seorang saksi mata, Nipu Das.

Salah satu korban serangan macan tutul ini dirawat di rumah sakit akibat menderita luka di kepala dan wajahnya.

“Kami percaya kucing liar itu tersesat ke daerah pemukiman dari bukit terdekat, mungkin ia sementara mencari makanan,” kata seorang pejabat departemen kehutanan.

Saat ini macan tutul itu telah diamankan dan dibawa ke kebun binatang Assam di Guwahati.



Dua orang pria sedang menolong seorang korban serangan macan tutul yang terluka serius



Kerumunan orang yang mencoba mengabadikan sang Macan Tutul yang telah dibius sebelum sang hewan dibawa ke Kebun Binatang di Assam



Serangan hewan buas makin meningkat di Guwahati karena hutan habitat mereka yang kian habis ditebang

sumber

Sejak Tahun 2000, Warga Kampung Ini Minum Air Hujan


Pakai payung saat hujan 

Di ujung Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, terdapat 120 orang yang masuk dalam 35 kepala keluarga yang bertahun-tahun mengandalkan air hujan untuk keperluan minum. Mereka bermukim di kampung Kuskusu, Kelurahan Kasawari, Bitung.

Sejak tahun 2000 masyarakat kampung Kusukusu menampung air hujan untuk dijadikan sumber air minum. "Kami minum air hujan yang kami tampung di dalam bak penampung air," ujar Dorman Brambae, seorang warga Kusukusu.

Sebelumnya, kampung itu dapat mengonsumsi air minum yang disalurkan dari kampung Dembe Kasawari dengan memakai mesin pompa air. "Sekarang mandi, cuci, dan minum pakai air hujan. Dulunya ada bak penampung yang disediakan oleh pemerintah tetapi tidak terpakai. Hanya selesai dibuat lalu ditinggalkan begitu saja. Sampai sekarang bak penampungan air minum itu sudah terlantar," kata Dorman.

Keluhan demi keluhan yang diungkapkan warga kepada pemerintah setempat, sampai hari ini tidak mendapat respons. "Warga sudah bosan. Setiap ada Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah, kami selalu mengeluhkan masalah air, tapi sampai saat ini pemerintah Bitung belum bisa memfasilitasinya. Kebetulan saya juga Ketua Rukun Tetangga di sini, dan warga-warga yang di depan Bapak wartawan ini sudah menangis dengan perlakuan Pemerintah Bitung," ucap Dorman, awal tahun 2012 ini.

Beberapa warga yang menanyakan kinerja Pemerintah Kota Bitung, mengharapkan agar dapat memperhatikan tentang air bersih untuk warga kampung Kusukusu. "Harapan kami, Walikota Hanny Sondakh memperhatikan air bersih di Kampung Kusukusu ini. Beliau kan sudah dua kali menjabat Walikota Bitung, pastinya bisa memperhatikan air minum kami," kata Dorman.

sumber

Newest Items :